Monday, January 30, 2012

Classic Authors of February #1

Meski bulan Februari merupakan bulan terpendek sepanjang tahun, namun tampaknya bulan ini menghasilkan banyak penulis klasik dunia. Seperti biasanya, aku akan menuliskan sekilas kisah tentang penulis-penulis klasik dunia yang berulang tahun setiap bulannya. Kali ini, berhubung ada 12 orang penulis yang berulang tahun, aku terpaksa membagi ke dalam 2 posting. Enam orang penulis klasik yang kuulas di bagian pertama ini adalah:

Thomas More

Sir Thomas More--yang dikenal di Gereja Katolik sebagai St. Thomas More, adalah seorang pengacara, negarawan, humanis, selain juga sebagai penulis. Lahir di London pada 7 Februari 1428, awalnya bekerja sebagai petugas kebersihan di tempat Uskup Agung Canterbury, lalu belajar hukum atas desakan ayahnya yang pengacara. More sendiri nampaknya lebih suka menjadi biarawan daripada belajar hukum. Setelah menikah, More menaruh perhatian pada pendidikan bagi wanita, yang langka pada saat itu. Ia memberikan pengajaran bagi anak perempuannya seperti yang ia berikan ada anak lelakinya.

Di bidang politik, More sempat menjadi sekretaris dan penasihat pribadi Raja Henry VIII. Ia juga menulis fiksi sejarah History of King Richard III meski tak pernah tuntas. Namun karya terbesarnya di bidang literasi adalah menulis buku Utopia, yang lalu mempopulerkan istilah "utopia" yang merujuk pada bentuk pemerintahan imajinatif yang ideal. Utopia kemudian menjadi salah satu genre dalam dunia literasi.

James Joyce

Penulis bernama asli James Augustine Aloysius Joyce ini adalah seorang novelis dan penyair asal Irlandia, yang lahir pada tgl 2 Februari 1882. Karyanya yang paling terkenal adalah Ulysses, yang terinspirasi dari Odyssey-nya Homer. Selain itu salah satu masterpiece-nya adalah A Portrait of the Artist as a Young Man. Meski Joyce tinggal berpindah-pindah, setting dalam tulisan-tulisannya tak pernah jauh dari Irlandia, di mana ia lahir dari keluarga kelas menengah. Gara-gara diserang anjing pada usia 5 tahun, Joyce memiliki fobia terhadap anjing, selain fobia terhadap guntur dan petir.

Tanggal pertama kali berkencan dengan teman wanitanya—yang nantinya menjadi istrinya—diabadikan sebagai tanggal beraksinya Ulysses. Joyce dan istrinya sempat hidup berpindah-pindah, dan Joyce berganti-ganti pekerjaan, hingga akhirnya meninggal di Zurich, Switzerland.

Charles Dickens

Pada tanggal 7 Februari juga, namun di tahun 1812, lahirlah salah satu penulis terbesar dunia—yang terbesar di jaman Victoria—yang berasal dari Inggris: Charles John Huffam Dickens. Banyak karya besar tercipta dari tangan sang penulis yang terkenal dengan realisme, karakter unik dan keprihatinan sosial dalam tulisannya ini. Oliver Twist (diterbitkan Bentang Pustaka), A Christmas Carol, A Tale of Two Cities (terbitan Elex Media), David Copperfield (novel otobiografi) dan Great Expectations hanyalah lima dari banyak karyanya. Berkebalikan dengan penulis lain, kebanyakan karya Dickens diterbitkan pertama kali dalam bentuk serial--yang membantu publikasinya, baru kemudian dibuat novel.

Masa kecilnya di Kent maupun Camden Town banyak dihabiskan Dickens di luar rumah. Pengalaman dan suasana Inggris yang terekam dalam memorinya itu banyak membantu Dickens melatar belakangi novel-novel yang ditulisnya. Dari kecil ia juga suka membaca, antara lain karya Henry Fielding. Adik Dickens, Frances (dipanggil Fanny) muncul sekilas di A Christmas Carol lewat tokoh Fanny, adik Mr. Scrooge.

Pada tahun 1846 Dickens mendirikan Urania Cottage, sebuah institusi khusus bagi wanita untuk mendidik mereka membaca, menulis dan melakukan tugas-tugas rumah tangga dengan baik.

Laura Ingalls Wilder

Pasti anda pernah mendengar nama Laura Ingalls kan? Betul, beliau adalah penulis novel serial Little House, yang diambil dari kehidupan nyatanya sebagai keluarga petani pioneer di Amerika. Laura lahir pada 7 Februari 1867 di Wiscounsin. Kehidupan awalnya itu ia tuangkan ke dalam buku Little House in the Big Woods. Dari ketiga seri Little House yang ditulis Laura, mungkin yang paling kita kenal adalah Little House on the Prairie, yang mengisahkan kehidupan Laura dan keluarganya di lahan yang awalnya tidak dibuka untuk pemukiman. Lahan itu berada di wilayah suku Indian di Kansas.

Perjuangan hidup Laura sendiri yang penuh liku dan perjuangan patut diacungi jempol. Setelah menikah dengan Almanzo dan mendirikan pertanian, ia aktif di sejumlah perkumpulan, dan menjadi duta berbagai asosiasi pertanian. Laura pernah bekerja sebagai kolumnis dan editor di harian Missouri Ruralist, sebelum buku-buku seri Little House-nya mencapai ketenaran.

Jules Verne

Pada tanggal 8 Februari 1828, Prancis memiliki kebanggaan baru. Kelak si bayi yang dinamai Jules Gabriel Verne akan menjadi penulis klasik terkenal dan menjadi pelopor karya fiksi bergenre science fiction. Tiga novelnya yang paling terkenal adalah Twenty Thousand Leagues Under The Sea (diterjemahkan sebagai 60.000 Mil Di Bawah Laut oleh Elex Media), Around The World In Eighty Days (diterjemahkan oleh Penerbit Serambi), dan A Journey To The Center of The Earth (diterjemahkan oleh Elex Media). Jules Verne adalah penulis yang karyanya no. 2 terbanyak diterbitkan di dunia, setelah Agatha Christie. Verne menulis tentang perjalanan di bawah laut, di udara dan di angkasa, sebelum perjalanan kelautan atau udara bahkan ditemukan.

Sejak kecil Jules sudah menyukai petualangan dan eksplorasi. Ia suka naik perahu bersama saudaranya, dan mengamat-amati kapal-kapal yang hilir mudik di sungai dekat rumahnya. Saat sekolah, salah satu gurunya kelak turut merancang kapal selam pertama milik Angkatan Laut AS. Inilah yang mungkin menginspirasi kapal selam Nautilus dalam buku 60.000 Mil Di Bawah Laut. Ketika ayahnya mengetahui bahwa--alih-alih fokus ke kuliah hukumnya—Verne lebih suka menulis, ayahnya menarik dukungan keuangan untuk putranya. Di saat-saat itu Verne berjumpa dengan Alexandre Dumas dan Victor Hugo yang menawarkan advis literasi bagi Verne. Novelnya yang pertama kali mencapai sukses adalah A Hot Air Balloon Trip Through Africa, yang kemudian disusul novel-novelnya yang lain.

Alice Walker

Salah satu penulis klasik dunia dari era abad 20 (dan masih hidup hingga sekarang) adalah Alice Malsenior Walker, yang lahir pada 9 Februari 1944. Ia adalah penulis, penyair dan aktivis Amerika yang banyak menulis fiksi dan esai mengenai ras dan gender. Karyanya yang paling terkenal adalah novel The Color Purple yang mendapat hadiah Pullitzer dalam bidang fiksi. Alice tinggal bersama keluarga petani berkulit hitam yang berpendapatan kecil, sementara ibunya harus menjadi pembantu rumah tangga demi membiayai sekolah Alice. Saat itu pemilik tanah yang berkulit putih menekan keluarga Walker untuk menyuruh Alice untuk bekerja di ladang--alih-alih sekolah—karena menganggap orang kulit hitam tak membutuhkan pendidikan tinggi.

Alice pernah mengalami luka di matanya yang kemudian mengakibatkan kebutaan, akibat tembakan tak sengaja saudaranya. Ia lalu menutup diri dan banyak membaca dan menulis puisi, meski akhirnya luka di matanya bisa disembuhkan. Ia pernah berjumpa dengan Martin Luther King dan menulis surat terbuka pada Presiden Barack Obama dalam kegiatan aktivisnya.

Demikianlah kisah singkat enam penulis klasik dunia bagian pertama. Enam penulis lainnya yang berulang tahun pada bulan ini akan kuulas di bagian ke 2 besok… Sedangkan penulis dari bagian pertama yang kuambil untuk kubaca karyanya bulan ini adalah Charles Dickens dengan A Tale of Two Cities-nya. Bagaimana dengan anda?

Friday, January 27, 2012

Alice’s Adventures in Wonderland

Tak berlebihan memang kalau Lewis Carroll disebut sebagai pencetus jenis/genre literasi yang disebut literary nonsense. Yang berhasil kutangkap, literary nonsense adalah penulisan yang menggunakan permainan kata atau bahasa serta logika yang tak ada kaitannya dengan jalan cerita. Dan itulah yang kudapati di Alice’s Adventures in Wonderland, dan membuatku hampir menyerah membaca buku ini, selain karena kisah fantasi memang sulit menarik minatku. Pada saat terbitnya pun Alice In Wonderland—begitulah judul buku ini kadang disingkat—telah menuai banyak kontroversi, yang mengatakan bahwa buku ini penuh omong kosong (nonsense) dan absurd.

Petualangan Alice di Wonderland bermula ketika ia tengah duduk di pinggir sungai bersama saudarinya yang sedang membaca buku. Ketika ia mulai bosan membaca buku yang tak bergambar, tiba-tiba lewatlah di hadapannya seekor kelinci putih yang mengenakan mantel dan nampak tergesa-gesa sambil mengintip jam dari kantongnya, dan mengeluh bahwa ia terlambat. Ketika kelinci putih itu menghilang ke sebuah lubang, rasa penasaran menarik Alice untuk mengikuti jejak Kelinci Putih. Maka masuklah ia ke lubang itu mencoba mengejar si kelinci, dan dimulailah petualangan fantasi Alice di Wonderland.

Setelah terjatuh ke lubang kelinci dan melewati lorong ke bawah tanah, Alice menemukan dirinya berada di sebuah ruangan dengan pintu yang menghadap ke taman yang sangat indah. Alice ingin masuk ke taman itu, namun pintu yang teramat kecil menghalanginya. Lalu Alice menemukan botol berisi minuman yang ternyata berfungsi mengecilkan tubuh. Begitu tubuhnya mengecil, ia baru ingat bahwa kunci pintu itu masih tertinggal di meja, sedangkan ia sekarang terlalu kecil untuk menjangkaunya. Namun setelah makan kue yang bisa membuat ukuran tubuhnya membesar, ia malah terlalu besar untuk masuk melalui pintu, meski sudah berhasil mengambil kunci.

Begitulah selanjutnya hingga beberapa bab, Alice terus menerus menjadi kecil, lalu besar, dan kecil lagi, sambil mengalami petualangan yang (tidak terlalu) seru bersama makhluk-makhluk yang ajaib wujudnya dan aneh cara bertuturnya (literary nonsense). Hal itu terjadi hingga bab 7 (dari total 12 bab), di mana Alice (akhirnya!) berhasil pergi ke taman indah seperti keinginannya. Dari sini cerita mulai menikmati alur yang lebih cepat, terutama ketika Alice sudah bertemu dengan Ratu dan Raja yang hobby main croquet dan suka menghukum rakyatnya dengan memenggal kepala mereka yang tidak taat, bahkan untuk masalah-masalah sepele. Bagian akhirnya, di mana diadakan persidangan untuk menghukum pencuri tart (kue), terasa nanggung karena kita tetap tak tahu siapa pencuri tart itu sebenarnya.

Selain percakapan yang berisi permainan kata, yang sangat mengganggu dalam buku ini adalah puisi dan nyanyian yang beberapa kali diselipkan Carroll. Rasanya sebagian besar isi buku ini tidak membawa kita kemana-mana. Mungkin Carroll hanya mau mengajak pembacanya untuk berpikir lebih cerdas dengan olah logika (maklum karena Carroll brilian di bidang Matematika). Aku hanya dapat memetik satu hal setelah (akhirnya) tamat membaca videobook ini, yaitu bahwa kita seharusnya tetap berani berimajinasi dan bermimpi seperti yang kita lakukan saat kita kecil. Hal-hal itulah yang akan membuat hidup kita lebih ceria. Bagaimana pun juga, Alice's Adventures in Wonderland tetap menyediakan ruang bagi kita untuk tertawa dan gembira dengan segala keabsurdan petualangan Alice.

Maaf kang Lewis Carroll, aku hanya bisa memberimu dua bintang saja sebagai hadiah ulang tahunmu yang ke 180 tepat hari ini, tanggal 27 Januari 2012…

Judul: Alice’s Adventures in Wonderland
Penulis: Lewis Carroll
Penerbit VideoBook: CCProse, Classic Literature VideoBook
Audio courtesy : Librivox
Pembaca: Kara Shallenberg
Panjang: 2:44:13 (2 jam 44 menit 13 detik)

Wednesday, January 25, 2012

BULAN DICKENS: Perayaan 200 Tahun Charles Dickens

Tanggal 7 Februari 2012 merupakan hari yang istimewa. Pada hari itu kita akan merayakan ulang tahun penulis klasik besar dunia: CHARLES DICKENS, yang ke-200! Beliau lahir tepat pada 7 Februari 1812. Untuk merayakan dua abad Charles Dickens, blog Fanda Classiclit bekerja sama dengan Melmarian (pemilik blog Surgabukuku) akan mengadakan sebuah perayaan bertajuk: BULAN DICKENS.

Di BULAN DICKENS yang berlangsung selama bulan Februari 2012 akan ada 3 event antara lain:

#BacaDickens
*Menikmati min. 1 karya Dickens (lebih banyak lebih baik) dalam bentuk apa saja. Boleh membaca buku (buku terjemahan, buku bahasa Inggris, e-book, audiobook, videobook), atau menonton film yang diadaptasi dari karya Dickens.
* Follow @bacaklasik.
*Share pengalaman & kesan kalian selama membaca/menonton Dickens di Twitter dengan mention @bacaklasik dan hashtag #BacaDickens. Boleh juga di-share di blog masing-masing atau FB.
*Jadwal dan frekuensi share bebas, asalkan antara tanggal 1 s/d 29 Februari 2012.
*Judul buku/film, terbitan, penerbit apa saja terserah, pokoknya karya Dickens.
*Kami akan memilih 2 (dua) orang pemenang yang paling sering share pengalaman #BacaDickens selama sebulan (1 s/d 29 Februari 2012). Masing-masing akan mendapatkan hadiah 1 buku klasik dari kami.

(Tujuan kegiatan ini adalah untuk lebih mengakrabkan orang pada karya-karya dan ke-khas-an gaya penulisan Charles Dickens).

Lomba #ReviewDickens
*Mereview buku atau film yang kalian baca/tonton.
*Review diposting di :
1. Notes Facebook dengan men-tag min. 20 orang teman yang kalian rekomendasikan untuk turut membaca karya klasik Dickens (wajib). Sertakan keterangan bahwa review kalian dibuat dalam rangka Bulan Dickens bersama @bacaklasik. Review juga boleh direpost di blog masing-masing (bila punya).
2. Cantumkan link Notes tsb di kolom komentar posting ini supaya kami bisa menilai review tsb. (wajib)
3. Cantumkan juga link di Twitter (bila punya) dengan mention @bacaklasik dan hashtag #ReviewDickens, agar kami bisa men-RT.
*Review tersebut diposting antara tanggal 1 s/d 29 Februari 2012.
*Judul buku/film, terbitan, penerbit apa saja terserah, pokoknya karya Dickens. Review (baik buku/film) harus ditulis dalam bahasa Indonesia.
*Review akan kami nilai, dan 2 (dua) review terbaik akan mendapatkan hadiah masing-masing 1 buku klasik dari kami.

(Tujuan kegiatan ini adalah untuk menularkan virus membaca karya klasik, agar semakin banyak orang*tertarik membaca buku klasik—dalam hal ini karya Charles Dickens yang sedang dirayakan).

#TebakDickens
Quiz yang diadakan di Twitter selama bulan Februari. Pertanyaan-pertanyaannya akan berkisar di seputar Charles Dickens. Bisa mengenai sosok pribadinya, atau karya-karyanya. 2 (dua) orang yang paling banyak dan paling cepat mengumpulkan jawaban yang benar akan mendapat hadiah masing-masing 1 buku klasik dari kami.

Kuis #TebakDickens akan diadakan selama 5 hari (tanggal 7, 8, 13, 14 dan 15 Februari 2012) dengan 5 pertanyaan setiap harinya. Pertanyaan akan ditweet di jam kerja (pukul 09.00-17.00) namun menjawabnya boleh sampai sebelum pukul 24.00 setiap harinya.

Pertanyaan hari pertama akan ditweet dengan hastag #TebakDickensH1, hari kedua #TebakDickensH2 dan seterusnya.

Menjawab pertanyaan harus mention @bacaklasik dan hashtag sesuai hari (lihat keterangan diatas).

Tweet jawaban yang tidak sesuai kriteria tidak akan kami sertakan dalam penilaian.


(Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan sosok Charles Dickens dan karya-karyanya).

Pengumuman Pemenang

Peserta yang terpilih menjadi pemenang harus berdomisili di Indonesia.

Pemenang kuis #TebakDickens akan diumumkan pada hari Senin, 27 Februari 2012 pukul 12.00 siang di Twitter @bacaklasik

Sedangkan pemenang #BacaDickens dan Lomba #ReviewDickens akan diumumkan pada hari Senin, 5 Maret 2012 pukul 12.00 siang melalui Twitter @bacaklasik dan blog Fanda Classiclit.


Informasi Lainnya

Karya Charles Dickens yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia:
• Oliver Twist – oleh Bentang Pustaka, Maret 2011
• Kisah Dua Kota (A Tale of Two Cities) – oleh Elex Media Komputindo, tahun 2010

Buku-buku Dickens berbahasa Inggris (buku fisik) bisa didapatkan di toko buku seperti Periplus atau toko buku online internasional seperti Amazon.com dan BookDepository.com

Sedangkan e-book karya-karya Dickens bisa di search salah satunya di Project Gutenberg. Beberapa judul yang tersedia antara lain:
A Christmas Carol
Great Expectations
Oliver Twist
A Tale of Two Cities
David Copperfield
The Pickwick Papers
Little Dorrit
Nicholas Nickleby
Dombey and Son
The Old Curiosity Shop
Dan lain-lain.


Ayo, ikut meriahkan 200 tahun Charles Dickens!

*Host BULAN DICKENS: Blog Fanda Classiclit bekerjasama dengan Blog Surgabukuku, Akun Twitter @bacaklasik, sponsored by Bukunya.com*

Tuesday, January 24, 2012

Lewis Carroll: Classics Challenge 2012–January #2

Melanjutkan A Classic Challenge 2012 untuk bulan Januari, selain kumpulan cerpen karya Edgar Allan Poe, aku juga membaca Alice’s Adventures n Wonderland. Maka kali ini aku akan menjawab tantangan tentang penulisnya: Lewis Carroll. Tantangan aslinya bisa dilihat di sini.

The Author [Lewis Carroll]

Level 1

Who is the author?
Lewis Carroll (nama asli: Charles Lutwidge Dodgson)

What does he look like?


Dari beberapa foto yang kutemukan dari internet, sosok Lewis Carroll tampak feminin, tampak dari postur tubuhn dan posisinya saat duduk. Rambutnya yang agak gondrong bergelombang (atau keriting?) di bagian bawah. Dari raut wajahnya nampak tidak bahagia (murung), yang memang demikian seperti yang kuulas di sini.

When was he born?
27 Januari 1832

Where did he live?

Pada tahun 1868 Lewis Carroll mencari rumah untuk tempat tinggal keenam saudarinya yang tidak menikah, setelah ayah mereka meninggal. Rumah itu bernama The Chestnut, terletak di kota Guildford, Inggris. Meski tak benar-benar tinggal secara permanen di sana, Lewis Carroll tercatat sebagai pemilik rumah itu dan seringkali menginap di sana bila ia kebetulan berada di Guildford.

What does his handwriting look like?

What are some of the other novels he's written?
Selain Alice’s Adventures in Wonderland yang akan kureview tepat pada hari ulang tahun Carroll pada 27 Januari nanti, novel karyanya adalah Through The Looking Glass yang merupakan sequel Alice’s.

What is an interesting and random fact about his life?
Lewis Carroll minder karena postur tubuh yang asimetris dan telinga yang tuli karena menderita pertusis saat kecil. Mungkin itu yang menyebabkan ia gagap saat berhadapan dengan orang dewasa, namun gagapnya hilang saat berkumpul dengan anak-anak.

Fakta lainnya tentang Lewis Carrol telah aku tulis juga di Classic Authors of January.

Thursday, January 19, 2012

Kisah-Kisah Tengah Malam

Betapa tepat pemilihan judul untuk buku berisi kumpulan cerpen karya Edgar Allan Poe ini. Poe memang dikenal sebagai master dalam cerita pendek yang bernuansa ‘gelap’ atau gothic. Tema kisah-kisahnya bervariasi, dari macabre (jenis fiksi yang melibatkan tanda-tanda kematian seperti tengkorak, mayat dsb), psycho-thriller, cinta tragis, detektif, petualangan dan alam, juga komedi sarkastis. Kisah-Kisah Tengah Malam ini memang cocok untuk dibaca pada waktu malam, meski tak semua kisahnya bersetting-kan waktu pada malam hari.

Dari tiga belas (apakah sengaja diambil angka 13?) cerpen yang ditampilkan di kumcer ini, sebagian besar bertutur tentang cekaman rasa takut, pembalasan dendam dan rasa bersalah. Namun meski sepintas tema sentralnya mirip, tiap kisah memiliki keunikan dan kekuatan cerita tersendiri. Contohnya cerpen Setan Merah [judul asli: The Masque of the Red Death] yang berkisah tentang sekelompok bangsawan dan orang terpandang yang—alih-alih memikirkan rakyatnya yang sedang terserang wabah penyakit—malah bersembunyi di sebuah kastil sambil bersenang-senang. Ternyata meski bersembunyi di dalam gedung yang tertutup rapat, wabah penyakit yang digambarkan sebagai setan merah tak urung menemukan mereka juga. Sebuah kritik sosial bagi para pemimpin yang mengabaikan penderitaan rakyat atau orang-orang yang dipimpinnya. Poe sukses menghadirkan horror-thriller yang penuh ketegangan lewat kisah ini.

Lain lagi dengan kisah Mengarungi Badai Maelström [judul asli: A Descent Into The Maelström] yang merupakan salah satu kisah favoritku di buku ini. Menurutku, ini kisah yang paling lain daripada yang lain dari 13 cerpen di buku ini. Bernuansa science fiction, mengisahkan sebuah pergerakan arus antara dua pulau yang menciptakan semacam pusaran kuat ke dasar laut, yang mampu (menurut kisah karya Poe) ‘menelan’ apapun yang kebetulan berada di tengah pusaran itu. Lewat penuturan tokoh yang pernah mengalami—dan selamat dari—maelstrom itu, Poe dengan amat piawainya seolah membawa pembaca mengarungi pengalaman yang sama dengan tokohnya. Yang menarik juga, maelstrom yang dikisahkan terjadi di Norwegia ini memang benar-benar ada, meski insiden tersedotnya kapal di cerpen ini murni fiksi.

Cerpen William Wilson juga menyajikan sesuatu yang unik dari keseluruhan cerpen Poe di buku ini. Salah satu kisah yang endingnya menyisakan pertanyaan yang lumayan ‘dalam’, dari sekedar kisah biasa yang nampak di permukaan. Ketika anda menamatkan cerpen ini, bertanyalah pada diri sendiri, apa yang hendak dikatakan oleh Poe. Moga-moga persepsiku tidak meleset…

Sedangkan kisah yang paling kocak adalah Obrolan Dengan Mummy [judul asli: Some Words With A Mummy]. Seharusnya kisah ini bernuansa macabre juga, dengan adanya sesosok mummy yang bisa bicara. Namun Poe—lagi-lagi—berhasil membuat kisah ini menjadi cukup kocak, sambil mengajak kita menambah wawasan dengan menyimak obrolan dengan si mummy itu.

Itulah beberapa cerpen yang menarik perhatianku, namun sebenarnya keseluruhan dari tiga belas cerpen ini benar-benar istimewa, seistimewa karakter dan kehidupan sang penulis sendiri. Secara lengkap, inilah daftar seluruh cerpen dalam buku ini, beserta judul aslinya, meski ada satu cerpen yang tak kutemukan judul aslinya.

Gema Jantung Yang Tersiksa [The Tell-Tale Heart]
Pesan Dalam Botol [Manuscript Found In A Bottle]
Hop-Frog [Hop-Frog]
Potret Seorang Gadis [The Oval Portrait]
Mengarungi Badai Maelström [A Descent Into The Maelström]
Kotak Persegi Panjang [The Oblong Box]
Obrolan Dengan Mummy [Some Words With A Mummy]
Setan Merah [The Masque of the Red Death]
Kucing Hitam [Black Cat]
Jurang dan Pendulum [The Pit and the Pendulum]
Pertanda Buruk [??]
William Wilson [William Wilson]
Misteri Rumah Keluarga Usher [The Fall of the House of Usher]

Meski nampaknya semua kisah ini hanya kisah-kisah seram untuk memacu adrenalin kita, namun bila dicermati, sesungguhnya Poe juga hendak menyisipkan satu-dua pemikiran untuk kita renungkan.

Empat bintang kuhadiahkan untuk Edgar Allan Poe, yang tepat pada hari ini berulang tahun ke 203! Happy birthday Mr. Poe…terima kasih untuk cerpen-cerpen anda yang khas dan mempesona!

Judul: Kisah-Kisah Tengah Malam
Judul asli: Tales of Mystery and Terror
Penulis: Edgar Allan Poe
Penerjemah: Maggie Tiojakin
Editor: Hetih Rusli
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Desember 2010
Tebal: 248 hlm

Wednesday, January 18, 2012

Classic Books To Movies 2012

Tahun 2012 ini akan ada beberapa buku karya para penulis klasik yang akan di-filmkan:

The Great Gatsby karya F. Scott Fitzgerald

Jujur saja, aku tak begitu menikmati waktu membaca buku ini (dan tak pernah tamat membaca), tapi sepertinya filmnya akan lebih menarik, terutama karena adanya si ganteng Leonardo Di Caprio yang akan memerankan Jay Gatsby. Selain itu, ada Tobey MacGuire yang menjadi Nick Carraway, dan Carey Mulligan sebagai Daisy Buchanan. Filmnya akan mulai beredar tgl. 25 Desember 2012 di Hollywood. *harus nonton*


Great Expectations karya Charles Dickens

Hingga saat ini buku Great Expectations masih belum diterjemahkan, namun aku sempat menonton adaptasi filmnya yang versi 1998 dengan peran utama Ethan Hawke dan Gwyneth Paltrow. Tahun ini "remake"-nya akan memasang dua bintang kawakan: Ralph Fiennes (pemeran Voldemort di Harry Potter) dan Helena Bonham Carter (pemeran Bellatrix Lestrange di Harry Potter). Helena akan memerankan Miss Havisham yang eksentrik (cocok benar untuk Helena), sedang Ralph Fiennes menjadi narapidana bernama Magwitch. Tak sabar menanti film terbaru ini, yang hingga saat ini belum pasti tanggal mainnya.


Anna Karenina karya Leo Tolstoy

Ini juga salah satu buku klasik yang masih belum kurencanakan untuk membaca. Ngeri dengan ketebalannya! Tapi sepertinya film adaptasinya akan kutonton, karena siapa tahu setelah itu akan menarik minatku untuk membacanya? Keira Knightly telah dipasang sebagai pemeran Anna, didampingi oleh Jude Law sebagai suami Anna.


The Hobbit karya J.R.R. Tolkien


Yang akan beredar juga filmnya pada tgl. 14 Desember 2012, adalah novel epik modern, The Hobbit. Disutradarai oleh Peter Jackson, film ini akan bertabur bintang. Tak kurang dari Martin Freeman yang memerankan Bilbo, Orlando Bloom, Cate Blanchett dan Elijah Wood akan berkolaborasi di film ini. Kita tunggu saja apakah film ini akan menjadi sehebat bukunya (yang kebetulan aku juga belum baca...)

Thursday, January 12, 2012

Edgar Allan Po: Classic Challenge 2012–January #1

Satu lagi challenge yang kuikuti untuk blog ini, yang di-host oleh blog ini. Tantangan pertama adalah memilih min. 7 buku klasik untuk dibaca dalam tahun 2012 (yang ini sih bukan tantangan serius bagi blog ini). Tantangan kedua adalah memperdalam wawasan tentang buku klasik yang kita baca. Tantangan ini berubah setiap bulan, berdasarkan tema/topik yang akan ditentukan sang host.Untuk bulan Januari ini, kebetulan aku akan membaca 2 buku klasik: Kisah-Kisah Tengah Malam by Edgar Allan Poe (akan tayang tgl. 19 Januari 2012), dan Alice’s Adventures in Wonderland by Lewis Carroll (akan tayang 27 Januari 2012)—keduanya disesuaikan dengan tanggal ulang tahun masing-masing penulis.

Kali ini aku akan menjawab tantangan untuk buku klasik yang pertama. Temanya tentang si penulis klasik. Yuk intip sama-sama sekilas tentang Edgar Allan Poe:

The Author

[Level 1]

Who is the author?
Edgar Allan Poe, terlahir sebagai Edgar Poe.


What does he look like?

Awal melihat fotonya di Wikipedia, kesannya langsung “ih, seraaamm..”. Wajahnya serius dan cenderung muram, sudut bibirnya melengkung ke bawah. Kumisnya melengkapi kesan misterius pada dirinya. Dahinya yang lebar jelas menandakan kejeniusannya.


When was he born?
19 January 1809.


Where did he live?
Poe lahir di Boston, Massachussetts, USA. Pernah tinggal di Richmond, Virginia, lalu di London. Poe menghabiskan karir militernya di Amerika. Ia pernah tinggal selama th 1843-1844 di Philadelphia, di sebuah rumah yang disebut The Spring Garden. Rumah itu sekarang dilindungi oleh National Park Service, menjadi Edgar Allan Poe Historic Site

Rumah Poe yang dilindungi National Park Service di Philadelphia

Selain itu, di akhir hidupnya ia pernah tinggal di sebuah cottage kecil di Bronx, New York, yang kemudian dinamai Poe Cottage. Di rumah ini pula istrinya Virginia menghembuskan napas terakhirnya pada th. 1847.

Poe Cottage di Bronx, New York


What does his handwriting looks like?
Tanda tangan Edgar Allan Poe, dipinjam dari wikipedia:


Tulisan tangan Poe dalam surat yang berisi puisinya: The Raven, dipinjam dari fountainpennetwork.com . Aku memotong bagian awalnya saja:



What are some of the other novels he's written?
Satu-satunya novel utuh yang dihasilkan Poe adalah: The Narrative of Arthur Gordon Pym of Nantucket.


What is an interesting and random fact about his life?
Fakta paling menarik adalah misteri di seputar kematian Poe pada 7 Oktober 1849. Edgar Allan Poe ditemukan dalam keadaan stress di jalanan di Baltimore. Orang yang menemukannya, mengatakan Poe saat itu butuh pertolongan, lalu membawanya ke Rumah Sakit. Ia meninggal dunia di Rumah Sakit keesokan harinya tanpa pernah menjelaskan apa yang ia lakukan di jalanan Baltimore, mengenakan pakaian yang konon bukan miliknya. Semua fakta tentang kematian Poe menjadi misteri hingga saat ini. Ada yang bilang ia meninggal karena kebiasaannya minum minuman keras.

Fakta lainnya tentang Edgar Allan Poe telah aku tulis juga di Classic Authors of January.

Monday, January 9, 2012

Charlotte’s Web: Laba-Laba dan Jaring Kesayangannya

Charlotte’s Web—judul asli buku ini—adalah buku anak-anak klasik yang pernah memenangkan penghargaan, dan dinobatkan oleh Publishers Weekly sebagai “the best-selling children's paperback of all time as of 2000”. Sebenarnya aku lebih suka kalau judulnya setelah diterjemahkan tak perlu diubah, karena ‘Charlotte’s Web’ memiliki kekuatan tersendiri sebagai kisah anak-anak klasik. Atau paling tidak, sebaiknya judul aslinya tetap disertakan di cover depan, disertai dengan label ‘klasik’. Tanpa dua hal tadi, buku ini akan menjadi buku anak-anak saja, sedang dengan mengkategorikannya sebagai karya klasik, akan membuat buku ini diapresiasi lebih banyak pembaca. Jujur saja, awalnya aku tak tertarik membeli buku ini karena berpikir ini pasti cerita anak-anak biasa. Hanya setelah mengetahui bahwa ini adalah versi terjemahan Charlotte’s Web, aku langsung membelinya. Jadi…tentang apa Charlotte’s Web ini sesungguhnya?

Musim semi itu, pertanian keluarga Arable kedatangan ‘tamu’ yang tak biasa. Babi peliharaan mereka telah melahirkan seekor babi kerdil. Karena babi kerdil takkan laku dijual, maka wajar bila sebuah keluarga yang hidup dari pertanian memutuskan untuk membunuh saja babi tak berguna itu. Itu adalah pemikiran untung-rugi semata. Namun pemikiran seorang anak yang masih murni jelas berbeda. Anak perempuan Pak dan Bu Arable yang bernama Fern, mati-matian menentang pembunuhan babi yang menurutnya kejam. “Maksud Mama, Papa mau membunuhnya? Hanya karena ia lebih kecil dari yang lainnya?” ~hlm. 13. “Tapi ini kejam, Papa! Babi itu tidak mau terlahir kecil, kan? Kalau aku sangat kecil sewaktu lahir, apakah Papa akan menyuruh orang untuk membunuhku?” ~hlm. 14. Kalau dipikir-pikir, anak-anak memang lebih bijaksana daripada orang dewasa!

Fern pun akhirnya diijinkan memelihara anak babi kerdil yang diberinya nama Wilbur. Saat berusia lima minggu Wilbur dijual ke pertanian Zuckermann, di mana ia tinggal di ruang bawah tanah lumbung. Di tempat ini—yang dikisahkan dengan amat detail oleh E.B. White sehingga seolah-olah kita sendiri hidup di sana—Wilbur hidup dengan bahagia bersama teman-temannya. Ada tikus egois bernama Templeton, lalu pasangan angsa bersama anak-anaknya yang suka mengatakan sesuatu dengan pengulangan, ada juga domba dan keluarganya. Namun yang menjadi sahabat sejati Wilbur justru adalah Charlotte, seekor laba-laba kelabu besar yang membuat jaring di sudut ambang pintu.

Seperti layaknya di semua pertanian, babi dipelihara untuk disembelih, untuk kemudian menjadi bacon, ham dan daging babi asin yang menjadi santapan keluarga (rasanya setelah membaca Charlotte’s Web ini, tiap kali aku makan bacon atau lainnya, mau tak mau aku akan teringat tampang lucu Wilbur!). Wilbur mungil yang malang pun tak akan mampu menghindar dari takdirnya—hidup dan dipelihara untuk dibunuh—kalau saja tak ada si laba-laba bijaksana Charlotte! Charlotte telah berjanji untuk menyelamatkan hidup Wilbur. Bagaimana laba-laba yang kecil bisa menyelamatkan seekor babi? Semuanya mungkin, ketika dilandasi oleh persahabatan yang tulus.

Di suatu pagi berkabut, saat tetes-tetes embun masih menempel di mana-mana, terlihatlah sebuah pemandangan menakjubkan di lumbung Pak Zuckermann. Butir-butir embun membuat jaring laba-laba di ambang pintu itu terlihat seolah bersinar. Tapi yang lebih istimewa lagi, di tengah jaring itu tampak terpintal huruf-huruf yang membentuk kata-kata: ‘Babi Hebat’. Itulah hasil karya Charlotte semalaman demi menyelamatkan Wilbur. Ia berharap keluarga Zuckermann tidak akan menyembelih sahabatnya itu setelah melihat mukjijat yang dibuatnya. Mukjijat? Yah, kalau laba-laba yang mampu memintal kata dapat kau katakan sebagai mukjijat. Tapi sebenarnya, apa sih mukjijat itu? Menarik menyimak apa yang dikatakan Dokter Dorian saat mendengar kisah jaring Charlotte:

“…saya tidak mengerti bagaimana laba-laba belajar memintal jaringnya. Ketika kata-kata itu muncul, semua orang mengatakannya sebagai mukjijat. Tapi tak seorang pun yang menyadari bahwa jaring laba-laba itu sendiri adalah mukjijat.” ~hlm. 143.

E.B. White mengajak kita untuk lebih menghargai kehidupan. Jangan hanya karena kita sudah terbiasa merasakan sesuatu dengan indra kita, lantas kita menganggapnya sesuatu yang biasa. Semua yang diciptakan Tuhan adalah mukjijat, karena tak ada satu makhluk pun yang dapat melakukan hal yang sama.

Terlepas dari mukjijat atau bukan, nyatanya hasil karya Charlotte memukau banyak orang dan menjadikan Wilbur seekor selebriti. Dibantu oleh Templeton si tikus yang mencarikan contoh kata-kata dari potongan koran, Charlotte berturut-turut memintal kata “Dahsyat” dan “Cemerlang” untuk Wilbur. Hingga tiba saatnya Wilbur akan tampil di Pekan Raya, dan itulah momen yang tepat bagi Charlotte untuk mulai mengerjakan magnum opus [masterpiece] nya; serta mempersembahkan karya terakhirnya untuk menyelamatkan Wilbur. Mengapa terakhir? Yah…sebaiknya anda membaca sendiri bukunya.

Bagiku, Charlotte’s Web bukan sekedar kisah fabel yang imut. Di dalamnya kental dengan persahabatan, kesetiaan, bahkan pengorbanan. Sahabat yang baik adalah seseorang (atau dalam kisah ini seekor?) yang mau bersusah payah melakukan sesuatu demi sahabatnya, meski ia tahu dirinya sendiri akan tetap kasat mata dari dunia, dan sahabatnya lah yang akan menerima semua pujian dan kegemerlapan. Sahabat sejati rela turut bergembira bagi sahabatnya meski ia sendiri sedang sengsara.

Selain kisahnya sendiri, gaya penulisan E.B. White yang begitu “hidup” juga merupakan daya tarik tersendiri. Konon White pernah menjadi petani, dan dari tanah pertanian itu pula kisah ini lahir. Itu sebabnya penggambaran suasana di lumbung, dengan kebiasaan-kebiasaan hewan-hewan di buku ini terasa sangat nyata. Tak seperti fabel lainnya, Wilbur, Charlotte, Templeton, para angsa dkk. memiliki sifat dan kebiasaan kaumnya masing-masing, hanya saja mereka dibuat mampu membaca dan berbicara oleh imajinasi penulisnya. Kebiasaan hewan-hewan ini juga akan membantu memberikan wawasan dunia fauna bagi anak-anak.

Tokoh Wilbur terinspirasi dari pengalaman White yang memelihara babi untuk dibuat bacon, namun pada saat-saat terakhir ia tak tega dan malah berupaya menyelamatkan babi itu—meski gagal. Sedang tokoh Charlotte “lahir” dari pengamatan White akan seekor laba-laba kelabu yang membuat jaringnya di pertaniannya. Lalu mulailah imajinasi ‘bagaimana seandainya’ memenuhi kepala White, yang kemudian menuangkannya dalam kisah klasik sepanjang masa yang indah ini.

Empat bintang untuk Charlotte’s Web!


Catatan untuk Penerbit:
Aku merasa sedikit terganggu dengan (terlalu) banyaknya endorsement di halaman awal. Terhitung ada 28 endorsement yang menyita 5,5 halaman. Mengingat ini adalah kisah klasik, aku tak melihat perlunya penerbit membubuhkan endorsement. Kalau pun mau dicantumkan, lima endorsement rasanya sudah cukup, dengan memilih yang paling dapat mewakili isi buku. Menurut pengalamanku, buku yang memuat berderet-deret endorsement justru biasanya kurang berkualitas (maka perlu pembuktian dengan endorsement). Buku berkualitas (apalagi masuk kategori klasik) akan berbicara bagi dirinya sendiri.

Judul: Laba-Laba dan Jaring Kesayangannya
Judul asli: Charlotte’s Web
Penulis: E.B. White (Elwyn Brooks White)
Penerjemah: Dina Begum
Penyunting: Salahhudien Gz
Penerbit: Dolphin
Terbit: 2012
Tebal: 239 hlm

Sunday, January 1, 2012

Classic Authors of January

Di bulan pertama tahun 2012, kita akan memperingati sedikitnya tujuh penulis klasik tenar dunia yang berulang tahun pada bulan ini. Siapa saja mereka? Inilah kisahnya...

J.R.R. Tolkien

Meski lahir di Afrika Selatan pada tanggal 3 Januari 1892, John Ronald Reuel Tolkien adalah orang Inggris. Saat ia lahir, ayahnya tengah bertugas di Afrika. Kelak ketika dewasa Tolkien dikenal sebagai penulis, penyair, filologis, dan professor yang mengajar di universitas. Namun ia paling banyak dikenal sebagai penulis kisah fantasi klasik: The Lord of The Rings, The Hobbit (keduanya telah diterbitkan Gramedia) dan The Silmarillion. Tolkien ternyata pernah bersahabat dengan C.S. Lewis (penulis The Chronicles of Narnia).

Setelah kematiannya, putra Tolkien lah yang mempublikasikan karya-karya Tolkien. Meski Tolkien bukan penulis genre fantasi pertama, namun ia disebut sebagai “Bapak Literatur Fantasi Modern” karena dianggap menjadi tonggak kebangkitan kembali genre fantasi. The Times mencantumkan Tolkien di peringkat 6 dari “50 Penulis Inggris Paling Berpengaruh”.

Jacob Grimm (Brothers Grimm)

Bernama lengkap Jacob Ludwig Carl Grimm, Jacob Grimm yang lahir pada 4 Januari 1785, merupakan salah satu dari Grimm Bersaudara (Brothers Grimm) yang mengumpulkan dongeng-dongeng rakyat. Padahal selain dongeng-dongeng itu, Grimm Bersaudara juga menyusun Deutsches Wörterbuch (Kamus Bahasa Jerman). Jacob sendiri merupakan penemu Grimm’s Law (ilmu fonologi bahasa Jerman) dan penulis Deutsche Mytologie (Mitologi Jerman).

Jacob memang memiliki minat besar di bidang kebahasaan, meski ia seorang lulusan sekolah hukum bersama Wilhelm Grimm, kakaknya. Ia meninggal dunia di usia 78 tahun, dan tetap tekun bekerja hingga akhir hidupnya. Di luar pekerjaan, Jacob juga memiliki minat di bidang botani.

W. Somerset Maugham

William Somerset Maugham adalah seorang penulis drama, novel dan cerita pendek berdarah Inggris yang lahir pada 15 Januari 1874. Masa kecilnya mengalami masalah, baik di rumah pamannya yang kejam secara emosional, maupun di sekolah di mana ia sering diejek karena logat Inggrisnya jelek (bahasa ibunya dalah Prancis, di mana ia dilahirkan) dan tubuhnya yang pendek. Mungkin karena dua latar belakang itulah Maugham menderita gagap sporadis (tidak terus menerus). Untuk menyalurkan kebenciannya pada orang-orang yang menyakitinya, Maugham suka mengeluarkan perkataan yang menyakitkan hati. Latar belakangnya juga mempengaruhi karakter-karakter dalam karya literasinya.

Ia sempat kuliah di bidang kedokteran karena minatnya menulis belum dapat digeluti. Karya-karya besarnya meliputi: Of Human Bondage (ditulis sewaktu bergabung dengan unit ambulans saat perang), The Moon and Six Pence, The Magician dan Liza of Lambeth. Salah satu novelnya yang telah diterjemahkan adalah The Painted Veil (terbitan Gramedia).

Edgar Allan Poe

Siapa yang tak pernah mendengar nama ini: Edgar Allan Poe, sang penulis, penyair, editor dan kritikus sastra yang berasal dari Amerika? Beliau lahir di Boston pada 19 Januari 1809, dan pada usia amat muda menjadi yatim piatu. Ia dipungut--meski tak pernah secara resmi diadopsi--oleh John dan Francis Allan, dan sempat mengenyam pendidikan di universitas selama 1 semester, sebelum Poe drop out karena alasan biaya. Ia mulai terjun ke ranah sastra setelah bergabung dengan militer—dan gagal, dan berpisah jalan dengan keluarga Allan.

Tamerlane and Other Poems merupakan karya debutnya yang masih anonim. Setelah kematian istrinya, Poe mulai mempublikasikan jurnal sastranya sendiri yang bertajuk The Penn, lalu menjadi The Stylus. Sayangnya sebelum proyek itu terealisasi, Poe keburu meninggal dunia di Baltimore. Sebab kematiannya hingga kini masih menjadi misteri, semisterius cerpen-cerpen horror gothic dan detektifnya seperti: Kisah-Kisah Tengah Malam (sudah diterbitkan Gramedia) dan The Tales of Terror and Detection (diterbitkan oleh Liris). Di kumcer terakhir, muncul tokoh detektif ciptaan Poe, Auguste Dupin. Poe disebut-sebut sebagai pelopor penulisan cerpen, dan penemu kisah detektif.

Virginia Woolf

Mrs. Dalloway. To the Lighthouse. Orlando. Ketiganya adalah karya-karya klasik besar dari seorang wanita cantik, penulis asal Inggris bernama Adeline Virginia Woolf. Lahir di London pada 25 Januari 1882 dari orang tua yang pekerjaannya bergelut dengan buku, membuat Virginia terbiasa dengan dunia literasi Inggris klasik sejak kecil. Kematian mendadak ibu dan adik tirinya memberinya “nervous breakdown”. Ia lalu masuk sekolah khusus perempuan di London, yang kelak mempertemukannya dengan para pelopor gerakan ‘pendidikan lebih tinggi bagi wanita’. Kematian ayahnya dan pelecehan seksual yang dilakukan kakak laki-laki tirinya membuat Virginia depresi dan menderita ketidakstabilan mental.

Virginia mendapat nama Woolf dari suaminya, Leonard, dengan siapa ia bersama-sama mendirikan percetakan yang menerbitkan tulisannya dan banyak penulis lainnya. Virginia pernah menjalani hubungan seksual dengan sesama wanita bernama Vita Sackville-West, pengalaman yang kemudian tertuang di karyanya: Orlando, sebuah biografi fantasi. Ia dikenal sebagai salah satu penulis aliran modernis terdepan di abad 20.

Lewis Carroll

Lewis Caroll, si penulis kisah anak-anak klasik Alice’s Adventures in Wonderland dan Through The Looking Glass (keduanya diterbitkan Atria), adalah nama pena dari Charles Lutwidge Dodgson, yang lahir pada 27 Januari 1832 di Inggris. Saat di bangku sekolah, Lewir ternyata berotak brilian terutama pada bidang Matematika. Tapi ia malah berkarya di ranah religius di gereja Anglikan setelah menikah dengan sepupunya. Masa mudanya dilalui dengan sakit-sakitan: demam yang membuatnya tuli sebelah, pertusis, dan cedera yang membuat postur tubuhnya asimetris serta gagap. Konon Lewis gagap tiap kali bersama orang dewasa, namun ketika bersama anak-anak, gagapnya hilang. Kemungkinan gagapnya tokoh Dodo di Alice’s Adventures in Wonderland—yang adalah perwujudan karakter Lewis--merujuk pada gagapnya Lewis sendiri, meski tak ada bukti konkrit yang menunjang.

Lewis muda dikenal fasih mendongeng dan charades (semacam permainan kata dengan pamtomim). Ia mengenal baik sesama penulis Goerge MacDonald, dan bahkan berkat kesukaan putra MacDonald membaca Alice’s Adventures in Wonderland, maka Lewis memberanikan diri menerbitkan kisahnya itu. Tokoh Alice kemungkinan diinspirasi oleh kawan mungil Lewis yang bernama Alice Liddell, meski Lewis sendiri mengelak. Ide kisah Alice pertama kali muncul dalam salah satu acara bepergian Lewis bersama Alice dan teman-temannya, dan Alice lah yang mendorong Lewis untuk menuliskan kisah itu.

Anton Chekhov

Lahir pada 29 Januari 1860 di Rusia Selatan, Anton Pavlovich Chekhov merupakan salah satu penulis cerita pendek terbesar yang pernah dimiliki dunia. Ayahnya, meski tiran dan suka menyiksa, disebut Chekhov sebagai sumber bakat yang dimilikinya, sementara ia mewarisi jiwa ibunya. Sifat munafik yang ada di karya-karyanya ditengarai terinspirasi dari ayah Checkhov. Ketika ayahnya bangkrut dan membawa seluruh keluarganya jatuh miskin, Chekhov harus menanggung keluarganya dengan menulis cerita-cerita pendek sambil kuliah.

Setelah lulus dan menjadi dokter, Chekhov mendapati dirinya terkena TBC, yang disembunyikannya dari keluarga dan teman-temannya. Ia pun terus menulis cerita pendek. Lalu seorang penulis besar Rusia saat itu menyuratnya untuk menulis lebih sedikit namun lebih memperhatikan kualitas literasinya. Hal itu menyadarkannya. Karya pertamanya setelah "perubahan" itu adalah novella berjudul The Steppe yang menunjukan kedewasaan cara Chekhov menulis. Selain itu ia banyak menulis naskah drama, antara lain Three Sisters dan Cherry Orchard. Cerpen paling terkenalnya, The Lady with The Dog ditulis Chekhov setelah ia menikah. Kumpulan cerpennya sudah pernah diterbitkan oleh Serambi dengan judul Kenangan Cinta.

Itulah biografi singkat ke tujuh penulis klasik dunia untuk bulan Januari. Untuk memperingatinya, aku akan memilih 2 dari penulis di atas untuk kubaca karyanya. Yang mendapat kehormatan kali ini adalah Edgar Allan Poe dan Lewis Caroll. Bagaimana dengan anda? Sudahkah anda membaca karya-karya mereka? Kalau belum, mungkin bulan ini adalah saat terbaik untuk mengawalinya. Baca sama-sama yuk!