Monday, January 30, 2012

Classic Authors of February #1

Meski bulan Februari merupakan bulan terpendek sepanjang tahun, namun tampaknya bulan ini menghasilkan banyak penulis klasik dunia. Seperti biasanya, aku akan menuliskan sekilas kisah tentang penulis-penulis klasik dunia yang berulang tahun setiap bulannya. Kali ini, berhubung ada 12 orang penulis yang berulang tahun, aku terpaksa membagi ke dalam 2 posting. Enam orang penulis klasik yang kuulas di bagian pertama ini adalah:

Thomas More

Sir Thomas More--yang dikenal di Gereja Katolik sebagai St. Thomas More, adalah seorang pengacara, negarawan, humanis, selain juga sebagai penulis. Lahir di London pada 7 Februari 1428, awalnya bekerja sebagai petugas kebersihan di tempat Uskup Agung Canterbury, lalu belajar hukum atas desakan ayahnya yang pengacara. More sendiri nampaknya lebih suka menjadi biarawan daripada belajar hukum. Setelah menikah, More menaruh perhatian pada pendidikan bagi wanita, yang langka pada saat itu. Ia memberikan pengajaran bagi anak perempuannya seperti yang ia berikan ada anak lelakinya.

Di bidang politik, More sempat menjadi sekretaris dan penasihat pribadi Raja Henry VIII. Ia juga menulis fiksi sejarah History of King Richard III meski tak pernah tuntas. Namun karya terbesarnya di bidang literasi adalah menulis buku Utopia, yang lalu mempopulerkan istilah "utopia" yang merujuk pada bentuk pemerintahan imajinatif yang ideal. Utopia kemudian menjadi salah satu genre dalam dunia literasi.

James Joyce

Penulis bernama asli James Augustine Aloysius Joyce ini adalah seorang novelis dan penyair asal Irlandia, yang lahir pada tgl 2 Februari 1882. Karyanya yang paling terkenal adalah Ulysses, yang terinspirasi dari Odyssey-nya Homer. Selain itu salah satu masterpiece-nya adalah A Portrait of the Artist as a Young Man. Meski Joyce tinggal berpindah-pindah, setting dalam tulisan-tulisannya tak pernah jauh dari Irlandia, di mana ia lahir dari keluarga kelas menengah. Gara-gara diserang anjing pada usia 5 tahun, Joyce memiliki fobia terhadap anjing, selain fobia terhadap guntur dan petir.

Tanggal pertama kali berkencan dengan teman wanitanya—yang nantinya menjadi istrinya—diabadikan sebagai tanggal beraksinya Ulysses. Joyce dan istrinya sempat hidup berpindah-pindah, dan Joyce berganti-ganti pekerjaan, hingga akhirnya meninggal di Zurich, Switzerland.

Charles Dickens

Pada tanggal 7 Februari juga, namun di tahun 1812, lahirlah salah satu penulis terbesar dunia—yang terbesar di jaman Victoria—yang berasal dari Inggris: Charles John Huffam Dickens. Banyak karya besar tercipta dari tangan sang penulis yang terkenal dengan realisme, karakter unik dan keprihatinan sosial dalam tulisannya ini. Oliver Twist (diterbitkan Bentang Pustaka), A Christmas Carol, A Tale of Two Cities (terbitan Elex Media), David Copperfield (novel otobiografi) dan Great Expectations hanyalah lima dari banyak karyanya. Berkebalikan dengan penulis lain, kebanyakan karya Dickens diterbitkan pertama kali dalam bentuk serial--yang membantu publikasinya, baru kemudian dibuat novel.

Masa kecilnya di Kent maupun Camden Town banyak dihabiskan Dickens di luar rumah. Pengalaman dan suasana Inggris yang terekam dalam memorinya itu banyak membantu Dickens melatar belakangi novel-novel yang ditulisnya. Dari kecil ia juga suka membaca, antara lain karya Henry Fielding. Adik Dickens, Frances (dipanggil Fanny) muncul sekilas di A Christmas Carol lewat tokoh Fanny, adik Mr. Scrooge.

Pada tahun 1846 Dickens mendirikan Urania Cottage, sebuah institusi khusus bagi wanita untuk mendidik mereka membaca, menulis dan melakukan tugas-tugas rumah tangga dengan baik.

Laura Ingalls Wilder

Pasti anda pernah mendengar nama Laura Ingalls kan? Betul, beliau adalah penulis novel serial Little House, yang diambil dari kehidupan nyatanya sebagai keluarga petani pioneer di Amerika. Laura lahir pada 7 Februari 1867 di Wiscounsin. Kehidupan awalnya itu ia tuangkan ke dalam buku Little House in the Big Woods. Dari ketiga seri Little House yang ditulis Laura, mungkin yang paling kita kenal adalah Little House on the Prairie, yang mengisahkan kehidupan Laura dan keluarganya di lahan yang awalnya tidak dibuka untuk pemukiman. Lahan itu berada di wilayah suku Indian di Kansas.

Perjuangan hidup Laura sendiri yang penuh liku dan perjuangan patut diacungi jempol. Setelah menikah dengan Almanzo dan mendirikan pertanian, ia aktif di sejumlah perkumpulan, dan menjadi duta berbagai asosiasi pertanian. Laura pernah bekerja sebagai kolumnis dan editor di harian Missouri Ruralist, sebelum buku-buku seri Little House-nya mencapai ketenaran.

Jules Verne

Pada tanggal 8 Februari 1828, Prancis memiliki kebanggaan baru. Kelak si bayi yang dinamai Jules Gabriel Verne akan menjadi penulis klasik terkenal dan menjadi pelopor karya fiksi bergenre science fiction. Tiga novelnya yang paling terkenal adalah Twenty Thousand Leagues Under The Sea (diterjemahkan sebagai 60.000 Mil Di Bawah Laut oleh Elex Media), Around The World In Eighty Days (diterjemahkan oleh Penerbit Serambi), dan A Journey To The Center of The Earth (diterjemahkan oleh Elex Media). Jules Verne adalah penulis yang karyanya no. 2 terbanyak diterbitkan di dunia, setelah Agatha Christie. Verne menulis tentang perjalanan di bawah laut, di udara dan di angkasa, sebelum perjalanan kelautan atau udara bahkan ditemukan.

Sejak kecil Jules sudah menyukai petualangan dan eksplorasi. Ia suka naik perahu bersama saudaranya, dan mengamat-amati kapal-kapal yang hilir mudik di sungai dekat rumahnya. Saat sekolah, salah satu gurunya kelak turut merancang kapal selam pertama milik Angkatan Laut AS. Inilah yang mungkin menginspirasi kapal selam Nautilus dalam buku 60.000 Mil Di Bawah Laut. Ketika ayahnya mengetahui bahwa--alih-alih fokus ke kuliah hukumnya—Verne lebih suka menulis, ayahnya menarik dukungan keuangan untuk putranya. Di saat-saat itu Verne berjumpa dengan Alexandre Dumas dan Victor Hugo yang menawarkan advis literasi bagi Verne. Novelnya yang pertama kali mencapai sukses adalah A Hot Air Balloon Trip Through Africa, yang kemudian disusul novel-novelnya yang lain.

Alice Walker

Salah satu penulis klasik dunia dari era abad 20 (dan masih hidup hingga sekarang) adalah Alice Malsenior Walker, yang lahir pada 9 Februari 1944. Ia adalah penulis, penyair dan aktivis Amerika yang banyak menulis fiksi dan esai mengenai ras dan gender. Karyanya yang paling terkenal adalah novel The Color Purple yang mendapat hadiah Pullitzer dalam bidang fiksi. Alice tinggal bersama keluarga petani berkulit hitam yang berpendapatan kecil, sementara ibunya harus menjadi pembantu rumah tangga demi membiayai sekolah Alice. Saat itu pemilik tanah yang berkulit putih menekan keluarga Walker untuk menyuruh Alice untuk bekerja di ladang--alih-alih sekolah—karena menganggap orang kulit hitam tak membutuhkan pendidikan tinggi.

Alice pernah mengalami luka di matanya yang kemudian mengakibatkan kebutaan, akibat tembakan tak sengaja saudaranya. Ia lalu menutup diri dan banyak membaca dan menulis puisi, meski akhirnya luka di matanya bisa disembuhkan. Ia pernah berjumpa dengan Martin Luther King dan menulis surat terbuka pada Presiden Barack Obama dalam kegiatan aktivisnya.

Demikianlah kisah singkat enam penulis klasik dunia bagian pertama. Enam penulis lainnya yang berulang tahun pada bulan ini akan kuulas di bagian ke 2 besok… Sedangkan penulis dari bagian pertama yang kuambil untuk kubaca karyanya bulan ini adalah Charles Dickens dengan A Tale of Two Cities-nya. Bagaimana dengan anda?

No comments:

Post a Comment

What do you think?