Monday, July 30, 2012

The Importance of Being Earnest


[conclusion in English is at the bottom of this post]

Pentingnya menjadi jujur, kira-kira begitulah arti judul buku berbentuk play (drama) ini, The Importance of Being Earnest. Dan nampaknya memang Oscar Wilde—penulis play ber-setting jaman Victoria, abad 19-an ini—memang hendak menyoroti kemunafikan masyarakat yang ada di sekitarnya, dengan segala ketidakjujurannya, lewat play yang kocak namun sinis ini.

Jack dan Algernon adalah dua pria muda yang bersahabat. Meski keduanya memiliki sifat yang berbeda, namun mereka memiliki satu kesamaan, yaitu tidak jujur. Bukan, mereka bukanlah maling atau penipu kelas wahid; mereka adalah manusia-manusia biasa seperti kita. Jack dan Algernon sama-sama menciptakan sosok khayalan yang sering mereka gunakan sebagai alasan saat mereka hendak pergi ke tempat lain, atau untuk menghindar dari kewajiban hadir di suatu tempat yang tak mereka kehendaki. Jack menciptakan sosok ‘kakak laki-laki’ bernama Ernest (kebetulankah bahwa nama itu berbunyi sama dengan ‘kejujuran’ atau ‘earnest’?...), sedang Algernon sering menggunakan sosok ‘kawan pria tua sakit-sakitan’ bernama Bunbury. Bila seorang bibi mengundang Algernon makan malam—dan sungguh, Bibi Augusta Bracknell benar-benar sosok wanita yang tak bakal diinginkan seorang pun menjadi bibinya!—maka Algernon bisa berkelit dengan mengatakan bahwa ia harus mengunjungi Bunbury yang sedang sakit, padahal Bunbury in tak pernah ada. Itulah salah satu bentuk ‘Bunburying’ ala Oscar Wilde—menemukan pelarian dalam wujud sosok buatan mereka sendiri.

Celakanya, Jack dan Algernon sama-sama hendak memikat dua wanita pujaan mereka dengan menggunakan ‘Bunburist’ yang sama, yakni sosok Ernest Worthing. Jack yang mencintai Gwendolen (putri Lady Bracknell; sepupu Algernon), dan Algernon yang terpesona pada Cecily (anak asuh Jack), sama-sama mengaku sebagai Ernest. Lalu bayangkan betapa kocaknya ketika Jack, Algernon, Gwendolen dan Cecily, keempatnya dipertemukan secara tak sengaja dalam satu panggung! Apa yang akan terjadi ketika Gwendolen dan Cecily menemukan bahwa pria pujaan mereka sama-sama bernama Ernest? Dan lebih celaka lagi, kedua gadis ini jatuh cinta pada kedua pria idamannya karena mereka bernama Ernest! Terlepas dari apa yang dikatakan Shakespeare—apalah arti sebuah nama—ternyata nama seseorang mencerminkan kepribadian penyandangnya. Buktinya, Gwen dan Cecily sama-sama menemukan sosok pribadi yang jujur dalam pria yang (mengaku) bernama Ernest. Absurd? Memang itulah yang ingin disampaikan—atau lebih tepatnya—dikritik oleh Wilde.

Sama seperti yang kutemukan di The Picture of Dorian Gray, Oscar Wilde menulis play ini dengan gaya sinis-jenaka-nya. Play ini sungguh menghibur dengan kekocakannya yang sering membuatku kesulitan menahan tawa (karena seringkali aku membacanya ketika sedang berada di tempat umum); kisahnya pendek, tokohnya tak terlalu banyak, dan tak ada banyak konflik. Pendeknya, sebuah karya yang bisa dikunyah dengan santai, dan dicerna dalam waktu singkat. Namun tetap, karya ini tidaklah berlalu tanpa arti begitu saja, karena sindiran Oscar Wilde tentang kemunafikan sangat mengena di hatiku.

Empat muffin untuk Erne(a)st -- (tolong dibagi rata untuk Jack dan Algernon; jangan biarkan mereka rebutan lagi karena sungguh…scene itu bikin aku sakit perut karena menahan tawa!!)

Conclusion:

Help! I think I have just fallen in love with Oscar Wilde… :) After The Picture of Dorian Gray, I found Wilde’s same witty and cynical style in writing, which at the same time contained a sharp criticism for the society. Hypocrisy is something that we can find at all time, and by reading The Importance of Being Earnest, I realized that what Wilde wanted to point out at his time, is also relevant for our today’s life.

Absurdity in human relationship was reflected in this play by Gwendolen and Cecily. They both fell in love with the same ‘Ernest’ just because they had a name that is reflecting ‘earnestness’. Isn’t that absurd? Name is just ‘outer clothes’ that one’s wearing, and I can’t deny that we too often judge others by their ‘clothes’ (appearance, status, wealth, etc). See how Lady Bracknell took her notes and interviewing (or rather interrogating??) the young men who proposed to her daughter; it’s so absurd! (but funny at the same time). And see how she made Cecily to stand before her so that she can ‘evaluate’ her figure. Frankly speaking, it reminds me of how people observe horses’ bodies before they buy them! (suddenly scenes from Black Beauty pop up in my mind..LOL!)

On the other hand, Jack’s and Algernon’s lack of earnest—by creating a fictional figure to whom they can go wherever they need a reason to do (or not to do) something that they don’t want others to know—is something I can accept better than what the ladies did. I mean, it’s indeed absurd to create imaginary person, but aren’t we often create bunch of reasons to protect our own privacy? It’s something that is difficult to avoid entirely. I think what Oscar Wilde meant is the importance of control ourselves, not letting the ‘Bunbury’ inside us be comfortable in his throne, that someday he might steal our identity. This book taught us the importance of being earnest, no matter hypocrite and corrupt our society is.

Four stars for this play—for making me laugh almost entire of the scenes!

[I read ebook version from Project Gutenberg]

8 comments:

  1. isn't it easy to fall in love with Oscar Wilde's writings? :D
    I laughed throughout the story.. hilarious!

    ReplyDelete
  2. Ooh, I'll have to check out more of Wilde's writings (I've only read Dorian Gray). Everyone seems to like him so much.

    ReplyDelete
    Replies
    1. You should Claudia! Wilde is so witty, and his critics about marriage are always so cynical yet funny.

      Delete
  3. I read this in high school and loved it! Wilde is so clever and witty.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Agree, the combination of clever and witty is what makes him special!

      Delete
  4. kak, maksudnya temax dari the importance of being earnest yang "The nature of marriage" itu gimana ya? bisa bles cepet.. penting buat presentasi matakuliah besok. makasih... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, aku kok gak ingat ada the nature of marriage ya? Coba cari di sparksnote aja, atau gradesaver, biasanya mereka ada analisis lengkap. Maaf, waktu itu aku hanya membaca untuk fun saja..

      Delete

What do you think?